Cara Mancing Dahulu Kala

Bicara soal mancing takkan ada habisnya apalagi sudah ketemu dengan teman yang sehobi, wah bisa-bisa ngobrol sampai pagi tuh.

Tips dan trik baru terus bermunculan dan spot baru terus dicari. Seperti juga pada artikel kali ini tentang cara mancing jaman dulu,ini mitos apa trik
Kali ini Team dari Gudang Metode akan mengulas hal-hal mengenai  mitos macing, barangkali setelah kalian baca artikel ini nantinya akan menambah wawasan.
Diharapkan Tips dan Trik baru bisa kalian peroleh dari sini.
Masak sih mancing ada mitosnya?

Ada, ini dia mitos mancing ala GM.

1. Dulu waktu joran masih tradisional terbuat dari batang bambu,rotan,atau tumbuhan lain mbah-mbah kita sering membuat ukuran panjang joran sesuai panjang lengan tubuh dan kelipatanya.
Katakanlah panjang lengan 70 cm  maka ukuran joran 140 cm, 210 cm, 280 cm dan seterusnya sesuai keperluan. Misalkan memancing di laut atau danau dengan joran panjang,tetap ukuranya diambil dari kelipatan 70 cm tadi.

2. Orang Jawa mengenal Hari PASARAN. Kalian pernah dengar istilah Pon-Wage-Kliwon-Legi-Pahing  ???
Dalam Primbon Jawa BETALJEMUR hari pasaran memberi petunjuk arah kemana kalian berangkat memancing. Salah arah berarti apes atau pulang tangan hampa, lebih sial lagi tidak dapat ikan malah dapat masalah.

Keberuntungan mancing berdasarkan pedoman jawa.

3. Orang kuno selalu merawat peralatan memacingnya dengan baik, salah satunya hal aneh yang dilakukan adalah menidurkan joran selagi tidak dipakai yaitu merendamkan di air, bisa di bak mandi, kolah, atau penampungan air lain.
Ini unik tetapi bukan hal aneh sebab jaman dulu joran terbuat dari bahan kayu, bambu, atau rotan, bahan ini bisa menjadi lebih kuat dan ulet jika direndam dengan benar.
Terus bagaimana dengan sekarang joran dengan bahan Carboon kalau selagi tidak dipakai direndam di air ??? Ya lama-lama akan hancurlah.
Tetapi kalau mau mencoba mitos dulu ya tidak ada salahnya siapa tau joran kalian menjadi hoki keberuntungan.

4. Bawang putih tidak pernah lepas dan terlupa dari Pemancing jaman dulu.
Pemancing selalu mengoleskan bawang putih terlebih dulu ke joran yang akan dibawa. Juga mencampurkan bawang putih kedalam umpan yang akan digunakan. Khasiatnya apa ya ???
Mengoleskan ke joran Gudang Metode tidak bisa memberi penjelasan logika, namun bila bawang putih dicampurkan ke umpan ini sangat masuk akal karena jaman dulu belumlah ada ESEEN umpan modern seperti sekarang maka bawanglah sebagai “ESEENNYA” ala dulu.

5. Doa-Doa,rapalan,ajimat atau apalah sangatkah di perhatikan. Kata nara sumber yang di dapat Gudang Metode, katanya pemancing jaman dulu belumlah dikatakan istilah sekarang “Master” kalau belum memiliki rapalan/ajimat khusus. Semakin tinggi kualitas ajimat/ajiannya semakin tinggi juga menyandang status masternya hehe.
Bukankah sekarang dikatakan master itu dilihat dari kemampuan seorang menguasai teknik dan trik yang dibuktikan dengan hasil !??
Tidaklah salah,barangkali jaman dulu teknik dan triknya itu ya ajimatnya itu.

Penasaran kan dengan ajimat memancing? Kebetulan team Gudang Metode memiliki kumpulan doa dan ajimat memancing, kunjungi laman ini :

Tips Mancing Memakai Ajimat dan Rapalan

Itulah tadi mitos memancing yang di peroleh GM dari cerita nara sumber :
MBAH SUPARDI
Usia 86 tahun, alamat dari kota Temanggung.
Masih kuat memancing sampai usia senja sekarang,baginya memancing adalah nafasnya. ( barangkali ajimatnya tingkat atas ya hehe )
Tidak kami tuliskan alamat lengkap karena kami lupa minta ijin, kami selalu menjunjung privasi.

Bagaimana apakah kalian “berani” mencoba trik jaman dulu. Tidak ada salahnya menerapkan ilmu baru, semoga bermanfaat.

Sumber :
http://gmetode.blogspot.co.id/2016/11/cara-mancing-jaman-dulu-ini-mitos-atau.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login


Username
Create an Account!
Password
Forgot Password? (close)

Register


Username
Email
Password
Confirm Password
Want to Login? (close)

forgot password?


Username or Email
(close)